Disaat mentari terbit melelahkan dinginnya pagi bersama hilangnya bening embun di ujung dedaunan yg masih segar ketika burung" berkicau riang memecah keheningan pagi yg membangunkan ku dari mimpi indah,,, Dan memaksa aku membuka mata ini untuk menyambut hari ini, dengan penuh pengahrapan dan pertanyaan "akan kah ku bisa bertemu denagan bidadari yang hadir dimimpi dalam lelapnya tidurku semalam,,,,????? Dan ingin sekali ku ucapkan,,, "SELAMAT PAG!,,,,,,,,BIDADARIKU" karna kamu adalah semangat hidup ku,,,,,
Postingan populer dari blog ini
Antara Asa dan Amanat
Panas sinar matahari, seakan membakar kulitku, menjilat setiap bagian tubuhku yang tidak tertutupi pakaian lusuh, membuatku seakan berada di atas penggorengan. Tak tahan rasanya. Inginku segera berlari dan beranjak meninggalkan tempat ini. Namun, seperti ada sesuatu yang membuatku tak bisa beranjak. “Apa itu ??? hmm, ya, aku tau. Rupanya bis kota pembawa rejekiku belum datang. Astaga, lama sekali....” ucapku dalam hati. Tak lama kemudian, seakan ada sesuatu yang mengagetkanku hingga membuatku melupakan panas matahari yang sedari tadi telah menemaniku. Gumpalan asap abu – abu merasuk ke dalam hidungku. Membuyarkan lamunanku dan menyadarkanku bahwa bis telah datang. Akupun berlari meninggalkan tempat ini, kemudian masuk ke dalam bis pembawa rejekiku. Bis yang penuh sesak, sehing...
Komentar
Posting Komentar