Postingan

Menampilkan postingan dengan label cerpen

Kasih Sayang dan Kebersamaan

            Aku Lusi berasal dari keluarga yang serba tercukupi bisa dibilang dari keluarga yang kaya. Segala kebutuhanku pasti akan dipenuhi oleh kedua orang tuaku. Namun hidupku tidaklah pamer ataupun manja atas harta yang aku miliki, karena masih banyak orang lain yang membutuhkan bantuan di luar sana. Meskipun aku berasal dari keluarga yang kaya serasa hidupku belum lengkap tanpa adanya kasih sayang orang tua. Kedua orang tuaku bekerja setiap hari tanpa merasa lelah, sehingga mereka tidak menyisakan waktu untuk bersamaku. Sering kali aku merasa kesal dengan orang tuaku, tapi itu semua bisa ku pahami untuk mencukupi semua kebutuhanku.             Matahari muncul dari tempat istirahatnya, suara burung-burung berkicau serasa mereka menyambut pagi yang cerah ini. Jarum jam menunjukkan pukul 06.00 WIB sementara aku masih asyik dengan mimpiku.

Antara Asa dan Amanat

            Panas sinar matahari, seakan membakar kulitku, menjilat setiap bagian tubuhku yang tidak tertutupi pakaian lusuh, membuatku seakan berada di atas penggorengan. Tak tahan rasanya. Inginku segera berlari dan beranjak meninggalkan tempat ini. Namun, seperti ada sesuatu yang membuatku tak bisa beranjak. “Apa itu ??? hmm, ya, aku tau. Rupanya bis kota pembawa rejekiku belum datang. Astaga, lama sekali....” ucapku dalam hati.             Tak lama kemudian, seakan ada sesuatu yang mengagetkanku hingga membuatku melupakan panas matahari yang sedari tadi telah menemaniku. Gumpalan asap abu – abu merasuk ke dalam hidungku. Membuyarkan lamunanku dan menyadarkanku bahwa bis telah datang. Akupun berlari meninggalkan tempat ini, kemudian masuk ke dalam bis pembawa rejekiku.             Bis yang penuh sesak, sehing...

Salah Nurunin Resleting

Tumini seorang wanita dewasa pegawai sebuah kantor swasta asing pagi itu mau berangkat kerja dan lagi menunggu bus kota di mulut gang rumahnya. Seperti biasa pakaian yang digunakan cukup ketat, roknya semi mini, sehingga bodinya yang seksi semakin kelihatan lekuk likunya. Bus kota datang Tumini berusaha naik lewat pintu belakang, tapi kakinya kok tidak sampai tangga bus. Menyadari keketatan roknya, tangan kiri menjulur ke belakang untuk menurunkan sedikit resleting roknya supaya agak longgar.